Pernahkah ketika anda sehat, atau mendampingi orang sakit lalu merasa bingung mengenai mekanisme bersuci dan ibadah bagi orang sakit? Nah, buku Fiqh Medis ini antara lain mengupas seluk beluk permasalahaan fiqh yang dihadapi orang sakit maupun persoalan medis lainny.
Bolehkah pasien melaksanakan shalat sambil duduk maupun telentang? Bagaimana tatacaranya?
Bagaimana mekanisme wudlu maupun tayamum bagi orang sakit sedangkan dia masih diinfus, menggunakan cateter, maupun memakai gips?
Adakah shalat lihurwatil waqt dan adakah dalilnya?
Bagaimana hukum menggunakan obat yang didalamnya terdapat alkohol sebagai pelarut?
Bolehkah seorang dokter yang dengan alasan darurat mengoperasi pasien menjamak shalat?
Bagaimna memperlakukan anggota badan hasil amputasi?
Bagaimana memandikan jenazah yang luka bakar, lecet atau tubuhnya hancur? Dan beberapa pertanyaan medis lainnya.
Ditulis oleh Tim Pendamping Manajemen Islami Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya (Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, prof. H. M. Faisal HT dan KH. Abdurrahman Navis), buku ini menjadi "pendamping" penting bagi kita yang sedang sakit maupun mendampingi kerabat yang sedang sakit, khususnya dalam perkara menjalankan kewajiban beribadah.
Penerbit: RSI Jamursari Surabaya bekerjasama dengan perbit Imtiyaz
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Halaman: xii + 214 hlm
Harga: 40.000
Bagi anda yang ingin membeli untuk kebutuhan pribadi, maupun untuk fihadiahkan kepada kerabat, ataupun membeli dalam jumlah banyak untuk Dibagikan kepada tenaga medis (dokter/perawat) di RS maupun puskesmas, monggo menghubungi nomor 085645311110.
Gus Rijal Mumaziq Z

0 komentar
Posting Komentar