Sebelum memulai ceramah, KH Hasyim Muzadi selalu diam sejenak sekira 2-3 menit membaca sesuatu dengan sangat lirih.
Itu dilakukannya dalam kondisi dan suasana apapun. Tidak langsung uluk salam. Sayup-sayup terdengar antara lain Kiyai Hasyim Muzadi membaca satu ayat Al-Qur'an:
وقل جاء الحق وزهق الباطل، ان الباطل كان زهوقا
Dan Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap."
Kalimat-kalimatnya pelan dan tertata rapi, kadang dengan suara agak keras tapi tidak meledak-ledak. Materi ceramahnya selalu menarik, seperti sudah sangat berpengalaman dengan panggung.
Dalam satu obrolan, kiyai Hasyim Muzadi pernah bercerita, dirinya bahkan sudah berceramah keliling sejak mahasiswa, saat ia aktif di PMII.
Para kiyai NU selalu punya ciri khas dalam berceramah. Yang khas dari kiyai Hasyim adalah membolak-balik kata, yang kadang seperti bercandaan saja tapi memang benar demikian, masuk akal dan lucu. Istilah "salah paham dan pahamnya yang salah" ini yang paling populer. Ada juga, "dapat rahmat atau rahmat yang dapat."
Biasanya setelah ceramah, di ruangannya kepada beberapa orang kiyai Hasyim minta dinilai ceramahnya. "Gimana tadi itu (yang disampaikan dalam ceramahnya) lumayan apa ndak kira-kira?", "Lumayan apa di atas lumayan?" "Gimana tadi itu ada yang baru apa ndak kira-kira?". Dan semua yang ditanya pasti harus menjawab "lumayan" dan "baru".
Di atas panggung kalau orang-sudah bertepuk tangan, biasanya Kiyai Hasyim lantas menyela, "Ini tidak bisa diatasi hanya dengan tepuk tangan." Dan parahadirin tertawa. Sebagai orang asli Jawa Timur dan sudah dilahirkan dalam keadaan NU, saya pasti pernah mendengar nama KH. Hasyim Muzadi.
Saya ketemu pertama kali ketika tahun 1994 di pp alhaqiqi Djoyonegoro Sidiresmo Surabaya dan sejak tahun 1996 Sering ketemu beliau di jl. Darmo (sekarang menjadi kantor TV-9) dan Muktamar Lirboyo. Beliau terpilih sebagai ketua umum "pengurus besar NU pusat" menggantikan Gus Dur.
له الفاتحة
(Gus Akhmad Subhan)
Itu dilakukannya dalam kondisi dan suasana apapun. Tidak langsung uluk salam. Sayup-sayup terdengar antara lain Kiyai Hasyim Muzadi membaca satu ayat Al-Qur'an:
وقل جاء الحق وزهق الباطل، ان الباطل كان زهوقا
Dan Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap."
Kalimat-kalimatnya pelan dan tertata rapi, kadang dengan suara agak keras tapi tidak meledak-ledak. Materi ceramahnya selalu menarik, seperti sudah sangat berpengalaman dengan panggung.
Dalam satu obrolan, kiyai Hasyim Muzadi pernah bercerita, dirinya bahkan sudah berceramah keliling sejak mahasiswa, saat ia aktif di PMII.
Para kiyai NU selalu punya ciri khas dalam berceramah. Yang khas dari kiyai Hasyim adalah membolak-balik kata, yang kadang seperti bercandaan saja tapi memang benar demikian, masuk akal dan lucu. Istilah "salah paham dan pahamnya yang salah" ini yang paling populer. Ada juga, "dapat rahmat atau rahmat yang dapat."
Biasanya setelah ceramah, di ruangannya kepada beberapa orang kiyai Hasyim minta dinilai ceramahnya. "Gimana tadi itu (yang disampaikan dalam ceramahnya) lumayan apa ndak kira-kira?", "Lumayan apa di atas lumayan?" "Gimana tadi itu ada yang baru apa ndak kira-kira?". Dan semua yang ditanya pasti harus menjawab "lumayan" dan "baru".
Di atas panggung kalau orang-sudah bertepuk tangan, biasanya Kiyai Hasyim lantas menyela, "Ini tidak bisa diatasi hanya dengan tepuk tangan." Dan parahadirin tertawa. Sebagai orang asli Jawa Timur dan sudah dilahirkan dalam keadaan NU, saya pasti pernah mendengar nama KH. Hasyim Muzadi.
Saya ketemu pertama kali ketika tahun 1994 di pp alhaqiqi Djoyonegoro Sidiresmo Surabaya dan sejak tahun 1996 Sering ketemu beliau di jl. Darmo (sekarang menjadi kantor TV-9) dan Muktamar Lirboyo. Beliau terpilih sebagai ketua umum "pengurus besar NU pusat" menggantikan Gus Dur.
له الفاتحة
(Gus Akhmad Subhan)

0 komentar
Posting Komentar